Kenangan Masa Kecil Bersama Pensil Staedtler

Kenangan Masa Kecil Bersama Pensil Staedtler  – Aku masih ingat sekali waktu masih kecil, saat pertama kali harus menggunakan pensil di sekolah aku diberikan pensil berwarna hitam dan merah dengan kode “HB” di bagian ujungnya. Pensil yang belakangan ku ketahui mempunyai merk Staedtler itu mempunyai karakter yang tipis ketika digoreskan pada kertas.

Lalu beberapa waktu berselang, Kakak ku kemudian meminjamkan sebuah pensil berwarna biru untuk aku mengerjakan PR, karena kebetulan saat itu pensil yang ku gunakan ternyata tertindih dan patah. Berbeda dengan pensil yang biasa ku gunakan, pensil ini nampak lebih pekat tingkat kehitamannya ketika aku coba untuk menggoreskannya pada kertas. Dan seketika itu juga aku langsung menyukainya.

“Iya, pensil ini biasanya aku pake buat gambar. Awet, kuat lagi!”

Demikian pendapat dari Kakak ku tentang pensil yang ia pinjamkan padaku itu. Dan ternyata, pensil itu juga merupakan pensil bermerk Staedtler, dengan kode “2B” di bagian ujungnya.

“Loh kok beda ya? Padahal sama-sama Staedtler? Kok bagusan punya Kakak?”

Entahlah, saat itu Kakak ku hanya memberikan alasan bahwa memang pensil Staedtler berwarna biru itu lebih bagus daripada pensil berwarna merah-hitam yang biasa ku gunakan tanpa memberikan penjelasan yang lebih rinci. Yaa mungkin saat itu memang kurang paham kali yaa. Maklum, namanya juga anak kecil. Hehehe…

Setelah kejadian itu, kemudian aku selalu memilih pensil Staedtler berwarna biru dengan kode 2B untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menulis, hingga menggambar. Dan iya, kemudian pensil ini menjadi pensil yang saat itu juga digunakan oleh semua teman satu kelasku.

Bertahun setelah kejadian itu, barulah ku ketahui bahwa ternyata kode pada ujung pensil itu adalah kode untuk menunjukkan tingkat kehitaman dari pensil. Dimana jika ia memiliki kode HB, maka goresan hitam yang ditinggalkan akan nampak halus, disusul oleh pensil dengan kode 2H, dan 2B yang biasa ku gunakan dulu. Namun ternyata, masih ada tingkatan atau grade pensil lain yang mempunyai tingkat kehitaman yang lebih pekat dengan kode 3B, 4B, dan yang ku tau hingga sampai 8B.

Namun memang, pensil 2B menjadi pilihan yang paling populer karena dianggap paling ideal untuk berbagai keperluan. Bahkan waktu ujian sekolah pun kami diwajibkan untuk menggunakan pensil 2B. Usut punya usut, ternyata brand pensil Staedtler merupakan pensil pertama di dunia, dimana sang penciptanya yakni Friederich Staedtler yang berasal dari Jerman telah diakui dan dinobatkan sebagai pembuat pensil pertama di dunia pada tahun 1662.

Tak hanya pensil biasa, keturunan dari sang pembuat pensil pertama di dunia itu kemudian membangun pabrik pensil pertama di dunia dan juga memperkenalkan pensil warna pertama di dunia yang dikenal dengan brand Luna. Kebetulan, aku dan Kakak ku yang suka menggambar juga merupakan penggemar dari pensil warna Luna, meskipun saat itu kami tak tau bahwa ternyata brand tersebut juga merupakan produk dari Staedtler.

Jadi masa kecilku dulu tuh bisa dibilang sangat akrab yaa dengan yang namanya pensil Staedtler. Tak heran kalau ia sering kali disebut-sebut sebagai pensil terbaik untuk anak, baik untuk urusan menulis, maupun menggambar.