Beralih Ke Pertamax

Beralih Ke Pertamax – Masih inget banget waktu masih jaman SMA dulu. Salah satu temen sekelasku itu ada yang suka balap liar gitu, tapi cuma sekedar drag race aja sih katanya. Dan motornya itu di modif khususnya di bagian mesin, sampe sempat beli blok mesin hasil modifan gitu.

Anaknya rada sombong emang dari cara ngomongnya, tapi sebenernya baik. Suatu ketika aku pernah diantarnya pulang naik motornya yang udah modifan tapi nggak nampak alay itu. Kebetulan, waktu itu bensinnya udah menipis dan kita mampir ke SPBU. Aku sontak bertanya ketika dia ternyata tidak mengantri di tempat pengendara motor lain mengantri (untuk mengisi Premium).

“Loh, kok nggak ngantri disana?”

Tanyaku

“Iyalah, aku kan pake Pertamax. Kalo yang disana itu Premium. Kalo pake Pertamax tenaganya lebih oke dan larinya lebih kenceng!”

Kata dia. Aku yang saat itu sama sekali nggak paham pun hanya bisa jawab “oh gitu” doang. Lalu ia pun melanjutkan….

“Tuh, liat tuh. Masa motor mesin gede ngantri Premium? Ya malu lah! Kasian juga mesinnya. Aku aja pake Pertamax biarpun cuma motor bebek gini, soalnya aku sadar motorku ini boros, jadi ya nggak panteslah buat pake Premium yang disubsidi pemerintah!”

Katanya, sambil agak menunjuk ke arah pengendara motor Kawasaki Ninja 250cc yang saat itu masih hanya digunakan oleh segelintir orang.

Pertamax bahan bakar berkualitasBeberapa tahun setelahnya, aku baru sadar dan mengerti tentang perkataan dari temanku itu. Dan akupun berinisiatif untuk mencoba Pertamax karena memang saat itu Premium di Jogja sedang langka. Ehehe, itu mah bukan inisiatif, tapi terpaksa 😛

Iya, itu pertama kalinya aku menggunakan Pertamax untuk kendaraanku. Dan ternyata… Wow! Rasanya emang beda! Maksudnya bukan rasa dari Pertamax kalo di minum yaa, tapi “rasa” keluaran tenaga dari mesin motornya. Ternyata emang beda sih!

Jadi setelah pakai Pertamax, motorku berasa lincah, tarikan enteng, dan terasa sedikit lebih kenceng aja larinya. Dan setelah diperhatikan, ternyata dengan jumlah konsumsi bahan bakar yang sama, Pertamax bisa membuat jarak tempuh jadi lebih jauh, atau dengan kata lain bisa lebih irit kalo dibandingkan dengan sewaktu menggunakan bensin Premium.

Lalu ketika Premium sudah kembali muncul, akupun coba kembali menggunakannya saat mampir ke SPBU Pertamina. Dan rasanya yaa seperti naik motor yang punya mesin lebih kecil alias berasa ada yang kurang gitu tenaganya. Dan disitulah kemudian aku memutuskan untuk terus menggunakan Pertamax untuk keseharianku.

Beneran enak loh, apalagi waktu dipake perjalanan jauh. Akselarasi enteng, jadi gampang nyalip-nyalip dan berasa lebih kuat waktu di tanjakan. Dan yap, masa mau jalan-jalan (baca: seneng-seneng) mau pake bahan bakar bersubsidi? Yaa malu lah, itu subsidinya pake uang rakyat lohh..

Ehehe, By the way, terserah sih. Mau situ malu atau nggak, itu urusan kalian. Yang jelas emang Pertamax ini bener-bener solusi dari Pertamina untuk bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan. Iya, ramah lingkungan! Jadi tuh kan katanya kalo pake Pertamax, pembakaran di mesin jadi lebih sempurna. Artinya, gas buang yang dihasilkan pun akan jadi lebih bersih, sehingga lebih ramah lingkungan!

Nah makanya aku makin mantap deh buat beralih ke Pertamax. Selain motor jadi lebih bertenaga, jarak tempuh makin jauh yang artinya bakal lebih jarang mampir ke SPBU, pencemaran lingkungan pun dapat lebih diminimalisir. Plus, kita nggak membebani pemerinah yang mensubsidi Premium, dimana subsidi itu juga pake uang rakyat.