Langkanya Orang Jujur

Langkanya Orang Jujur РSekarang ini kita makin sulit buat menemukan orang jujur di muka bumi ini. Aku juga heran, kok kayanya dunia ini makin parah aja ya? Ketidakjujuran dianggap sebagai sesuatu yang biasa, sehingga sekarang mulai dijadikan sebuah kebiasaan. Ngajarin anak kecil buat bohong dianggap biasa, membela orang  yang berbohong pun gak sungkan. Dampaknya? Ya negri kita makin ancur, dipenuhi dengan kepalsuan *ecieee kepalsuan*.

Kadang aku miris kalo liat kenyataannya di masyarakat. Korupsi kian membudaya, sementara mereka sendiri sok innocence (sok gapunya dosa) dengan mengecam para koruptor-koruptor besar. Padahal gak akan ada koruptor besar kalo mereka gak belajar dari korupsi kecil-kecilan. Budaya suap pun gak kalah subur. Apa-apa bakal lancar asal ada uang pelicin. Hah, oli kali licin!

Aku tergerak untuk buat tulisan ini setelah baca artikel di salah satu blog yang judul tulisannya kenapa orang jujur itu langka, dimana sang penulis membuat sebuah opini yang menyebabkan ketidakjujuran kian merajalela termasuk ketidakjujuran dalam bentuk-bentuk yang udah aku sebutkan diatas. Dan yang paling mengenaskan, kita secara gak langsung pun turut menurunkan atau melestarikan sikap tidak jujur kepada adik-adik atau anak-anak kita dengan berprilaku tidak jujur dihadapan mereka.

Terus kapan negara ini bisa bebas dari segala kepalsuan, kemunafikan dan ketidakjujuran? Ayolah, kita mulai untuk bertindak jujur mulai dari diri sendiri. Selamatkan bangsa kita. Karena kalo bukan kita yang memulai, siapa lagi?